ASUHAN
KEPERAWATAN PADA PENYAKIT AKIBAT KERJA GANGGUAN OTOT TULANG RANGKA AKIBAT KERJA
(GOTRAK)
Dosen
Pengampu : Rusdi, S.kep., Ns.,M.kep
Di
Susun oleh :
1.
Putri
Dewi Rizkiyah (1216003251)
2.
Anggun
Parasmita (1216003561)
3.
Dimas
Khairil (1216003331)
4.
Fransiska
Raras Ratna (1216003421)
5.
Eti
Zuliana (1216003071)
6.
Rifqotul
ulyah (1216003321)
Program
Studi Keperawatan
Fakultas
Ilmu Kesehatan
Universitas
Pekalongan
2017
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Keluhan muskuloskeletal
adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang
mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Apabila otot menerima
beban statis secara berulang-ulang dalam waktu yang lama, akan dapat
menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon, yang
diakibatkan oleh kondisi kerja yang salah.
Di Indonesia,
pada tahun 2005 Departemen Kesehatan mencatat bahwa sekitar 40,5% penyakit yang
diderita pekerja berhubungan dengan pekerjaannya, gangguan kesehatan yang
dialami pekerja menurut studi yang dilakukan terhadap 482 pekerja di 12
kabupaten/kota di Indonesia dimana 16% merupakan gangguan pada muskuloskeletal.
Hasil penelitian dari Pusat Studi Kesehatan dan Ergonomi ITB tahun 2006-2007
diperoleh data sebanyak 40-80% pekerja melaporkan keluhan pada bagian
muskuloskeletal sesudah bekerja.
Kondisi kerja
merupakan faktor yang sangat besar dalam terjadinya keluhan muskuloskeletal,
terutama dalam aktivitas manual material handling yakni aktivitas seperti mengangkat
(lifting), mendorong (pushing), menarik (pulling), dan membawa (carrying).
Penggunaan
tenaga ini memang bisa menekan biaya produksi, akan tetapi harus diketahui juga
bahwa penggunaan tenaga manusia dalam proses angkat angkut barang, bongkar muat
material dan pencampuran bahan bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan
pekerja. Hal ini bisa mengakibatkan muskuloskeletal (MSDs) atau gangguan pada
sistem muskuloskeletal yaitu keluhan pada bagian-bagian otot skeletal (otot
leher, bahu, lengan, tangan, jari, punggung, pinggang dan otot-otot bagian
bawah) yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai
sangat sakit. Keluhan pada MSDs yang paling sering dijumpai yaitu pada bagian
tangan dan punggung.
1. Tujuan
a.
Tujuan
Umum
Setelah mempelajari materi ini
mahasiswa memahami Asuhan Keperawatan pada Penyakit Akibat Kerja Gangguan Otot
Tulang Rangka akibat kerja (Gotrak)
b.
Tujuan
khusus
a. Untuk
mengetahui definisi gangguan otot tulang rangka (Gotrak)
b. Untuk
mengetahui Etiologi gangguan otot tulang rangka (Gotrak)
c. Untuk
mengetahui posisi kerja pada pekerja buruh angkut di pasar
2. Manfaat
Kita
dapat memberi manfaat kepada masyarakat khusunya pada buruh angkut di pasar,
agar dapat memperhatikan pencegahan terjadinya keluhan nyeri pada tangan dan punggung
sehingga dapat mengurangi resiko nyeri pada tangan dan punggung.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Teori
Pada Undang-undang nomor 1 tahun
1970 pasal 3 ayat 1 dijelaskan untuk memperoleh keserasian antara tenaga kerja,
alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya, mengamankan dan memperlancar
pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang, mengamankan dan memperlancar
pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang.
Muskuloskeletal Disorder (MSDs)
adalah istilah yang ditujukan pada gangguan pada otot yang terjadi pada
otot-otot rangka yang dirasakan seseorang mulai dari keluhan ringan sampai
keluhan yang berat. Keluhan yang biasa dirasakan adalah kerusakan pada sendi
ligament dan tendon kerusakan seperti ini biasanya disebabkan karena otot
menerima beban statis secara berulang dan dalam waktu yang lama, keluhan dan
kerusakan tersebut dinamakan Muskuloskeletal disorder (MSDs).
Definisi gangguan otot tulang rangka
(Gotrak) adalah semua gangguan kesehatan dan cidera yang mengenaisistem gerak
tubuh (otot, tendon, selaput tendon,ligamen, tulang rangka, sendi, tulang
rawan, bursa, spinal discs, pembuluh darah dan saraf) yang disebabkan atau
diperberat oleh beberapa faktor resiko pekerja dan atau lingkungan kerja.
Cidera atau gangguan otot tulang rangka yang disebabkan oleh dampak langsung
dari jatuh, terpukul, kecelakaan, perkelahian dan lain-lain tidak termasuk
dalam Gotrak.
B.
Masalah
Utama pada Gangguan Otot Tulang Rangka (Gotrak)
Akibat Kerja
Buruh angkut
termasuk masyarakat pekerja secara mandiri yang menjual jasa mengangkut barang
dari satu tempat ke tempat lainnya sesuai dengan keinginan pelanggan. Pada
umumnya buruh angkut di pasar tradisional bekerja menggunakan tubuh sebagai
alat untuk memikul, menjinjing, dan meminggul. Buruh angkut tersebut hanya
memperhatikan faktor pendapatan untuk memenuhi kebutuhannya tanpa memperhatikan
faktor kesehatan yang dapat membahayakan tubuh dan menghambat produktivitasnya
yang akan timbul dalam jangka panjang. Aktivitas angkat angkut yang tidak
ergonomis dapat menimbulkan kerugian bagi kesehatan bahkan kecelakaan bagi
buruh angkut. Satu diantara akibat yang ditimbulkan dari aktivitas angkat
angkut yang tidak benar adalah keluhan Muskuloskeletal.
C.
Diagnosis
Penyakit pada Gangguan Otot Tulang Rangka (Gotrak) Akibat Kerja
Diagnosis 1: Nyeri Akut berhubungan dengan agen penyebab
cidera fisik (yang berasosiasi dengan pekerjaan)
Diagnosis 2: Defisiensi pengetahuan
berhubungan dengan tidak familiar dengan sumber informasi
(Sumber : Nanda Nic-noc Aplikasi 2015)
D.
Intervensi
Keperawatan
Diagnosis 1: Nyeri Akut berhubungan dengan agen
penyebab cidera fisik (yang berasosiasi dengan pekerjaan)
Kriteria
Hasil :
1. Mampu
mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi, dan tanda nyeri)
2. Menyatakan
rasa nyaman setelah nyeri berkurang
Intervensi
:
1. Observasi
reaksi nonverbal dari ketidaknyaman
2. Lakukan
pengkajian nyeri : secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
3. Ajarkan
tentang teknik nonfarmakologi
4. Berikan
analgetik untuk mengurangi nyeri
5. Kaji
ulang asosiasi nyeri dengan pekerjaan dan atau lingkungan kerja
Diagnosis.
2 Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan tidak familiar dengan sumber
informasi
Kriteria
Hasil :
1. Pasien
dan keluarga menyatakan pemahaman tentag penyakit, kondisi, prognosis, dan
program pengobatan.
2. Pasien
dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat atau tim
kesehatan lainya.
Intervensi
:
1. Berikan
penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang proses penyakit yang
spesifik.
2. Sediakan
informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang tepat.
3. Diskusikan
perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi dimasa
yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit.
E.
Tata
Laksana Gangguan Otot Tulang Rangka (Gotrak)
Akibat Kerja
Diagnosis 1 : Nyeri Akut berhubungan dengan agen
penyebab cidera fisik (yang berasosiasi dengan pekerjaan)
1. Mengkaji
skala nyeri dengan skor PQRST
2. Mengajarkan
teknik relaksasi nafas dalam
3. Memberikan
obat analgetik sesuai resep dokter
Diagnosis
2 : Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan tidak familiar dengan sumber
informasi
1. Mengkaji
tingkat pengetahuan klien tentang proses penyakit yang spesifik
2. Memberikan
pendidikan kesehatan tentang kondisi dengan cara yang tepat.
3. Memdiskusikan
dengan keluarga tentang komplikasi dari kondisi yang akan datang dimasa depan.
F.
Pencegahan
Gangguan Otot Tulang Rangka (Gotrak)
Akibat Kerja
1. Menggunakan
alat pengaman yang sesuai dengan pekerjaan.
2. Melakukan
teknik kerja dengan benar dan tepat
3. Melakukan
pekerjaan sesuai dengan kemampuan.
4. Mengatur
pola makan dan istirahat yang cukup.
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
Definisi gangguan otot tulang rangka (Gotrak) adalah semua gangguan
kesehatan dan cidera yang mengenaisistem gerak tubuh (otot, tendon, selaput
tendon,ligamen, tulang rangka, sendi, tulang rawan, bursa, spinal discs,
pembuluh darah dan saraf) yang disebabkan atau diperberat oleh beberapa faktor
resiko pekerja dan atau lingkungan kerja. Cidera atau gangguan otot tulang
rangka yang disebabkan oleh dampak langsung dari jatuh, terpukul, kecelakaan,
perkelahian dan lain-lain tidak termasuk dalam gotrak.
B. Saran
Segala
sesuatu yang dilakukan tidak benar akan menyebabkan hal-hal yang tidak baik,
jadi untuk menghindari hal tersebut lakukan pekerjaan sesuai dengan standar
operasional yang tepat.
DAFTAR
PUSTAKA
Huda
nurarif, Amin. 2015Nanda NIC-NOC Aplikasi
Asuhan Keperawatan. Mediaction. Yogyakarta.
Suma’mur. 2009. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja
(Hiperkes). Sagung Seto:Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar