Pengikut

Rabu, 14 Maret 2018

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PENYAKIT AKIBAT KERJA GANGGUAN OTOT TULANG RANGKA AKIBAT KERJA (GOTRAK)



MAKALAH
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PENYAKIT AKIBAT KERJA GANGGUAN OTOT TULANG RANGKA AKIBAT KERJA (GOTRAK)
Dosen Pengampu : Rusdi, S.kep., Ns.,M.kep




Di Susun oleh :
1.         Putri Dewi Rizkiyah              (1216003251)
2.         Anggun Parasmita                 (1216003561)
3.         Dimas Khairil                         (1216003331)
4.         Fransiska Raras Ratna         (1216003421)
5.         Eti Zuliana                              (1216003071)
6.         Rifqotul ulyah                        (1216003321)

Program Studi Keperawatan
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Pekalongan
2017

BAB 1
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Apabila otot menerima beban statis secara berulang-ulang dalam waktu yang lama, akan dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon, yang diakibatkan oleh kondisi kerja yang salah.
Di Indonesia, pada tahun 2005 Departemen Kesehatan mencatat bahwa sekitar 40,5% penyakit yang diderita pekerja berhubungan dengan pekerjaannya, gangguan kesehatan yang dialami pekerja menurut studi yang dilakukan terhadap 482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia dimana 16% merupakan gangguan pada muskuloskeletal. Hasil penelitian dari Pusat Studi Kesehatan dan Ergonomi ITB tahun 2006-2007 diperoleh data sebanyak 40-80% pekerja melaporkan keluhan pada bagian muskuloskeletal sesudah bekerja.
Kondisi kerja merupakan faktor yang sangat besar dalam terjadinya keluhan muskuloskeletal, terutama dalam aktivitas manual material handling yakni aktivitas seperti mengangkat (lifting), mendorong (pushing), menarik (pulling), dan membawa (carrying).
Penggunaan tenaga ini memang bisa menekan biaya produksi, akan tetapi harus diketahui juga bahwa penggunaan tenaga manusia dalam proses angkat angkut barang, bongkar muat material dan pencampuran bahan bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan pekerja. Hal ini bisa mengakibatkan muskuloskeletal (MSDs) atau gangguan pada sistem muskuloskeletal yaitu keluhan pada bagian-bagian otot skeletal (otot leher, bahu, lengan, tangan, jari, punggung, pinggang dan otot-otot bagian bawah) yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Keluhan pada MSDs yang paling sering dijumpai yaitu pada bagian tangan dan punggung.
1.      Tujuan
a.      Tujuan Umum
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa memahami Asuhan Keperawatan pada Penyakit Akibat Kerja Gangguan Otot Tulang Rangka akibat kerja (Gotrak)
b.      Tujuan khusus
a.     Untuk mengetahui definisi gangguan otot tulang rangka (Gotrak)
b.    Untuk mengetahui Etiologi gangguan otot tulang rangka (Gotrak)
c.     Untuk mengetahui posisi kerja pada pekerja buruh angkut di pasar

2.      Manfaat
Kita dapat memberi manfaat kepada masyarakat khusunya pada buruh angkut di pasar, agar dapat memperhatikan pencegahan terjadinya keluhan nyeri pada tangan dan punggung sehingga dapat mengurangi resiko nyeri pada tangan dan punggung.




BAB II
PEMBAHASAN

A.      Teori
Pada Undang-undang nomor 1 tahun 1970 pasal 3 ayat 1 dijelaskan untuk memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya, mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang, mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang.
Muskuloskeletal Disorder (MSDs) adalah istilah yang ditujukan pada gangguan pada otot yang terjadi pada otot-otot rangka yang dirasakan seseorang mulai dari keluhan ringan sampai keluhan yang berat. Keluhan yang biasa dirasakan adalah kerusakan pada sendi ligament dan tendon kerusakan seperti ini biasanya disebabkan karena otot menerima beban statis secara berulang dan dalam waktu yang lama, keluhan dan kerusakan tersebut dinamakan Muskuloskeletal disorder (MSDs).
Definisi gangguan otot tulang rangka (Gotrak) adalah semua gangguan kesehatan dan cidera yang mengenaisistem gerak tubuh (otot, tendon, selaput tendon,ligamen, tulang rangka, sendi, tulang rawan, bursa, spinal discs, pembuluh darah dan saraf) yang disebabkan atau diperberat oleh beberapa faktor resiko pekerja dan atau lingkungan kerja. Cidera atau gangguan otot tulang rangka yang disebabkan oleh dampak langsung dari jatuh, terpukul, kecelakaan, perkelahian dan lain-lain tidak termasuk dalam Gotrak.

B.       Masalah Utama pada Gangguan Otot Tulang Rangka (Gotrak)  Akibat Kerja
Buruh angkut termasuk masyarakat pekerja secara mandiri yang menjual jasa mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lainnya sesuai dengan keinginan pelanggan. Pada umumnya buruh angkut di pasar tradisional bekerja menggunakan tubuh sebagai alat untuk memikul, menjinjing, dan meminggul. Buruh angkut tersebut hanya memperhatikan faktor pendapatan untuk memenuhi kebutuhannya tanpa memperhatikan faktor kesehatan yang dapat membahayakan tubuh dan menghambat produktivitasnya yang akan timbul dalam jangka panjang. Aktivitas angkat angkut yang tidak ergonomis dapat menimbulkan kerugian bagi kesehatan bahkan kecelakaan bagi buruh angkut. Satu diantara akibat yang ditimbulkan dari aktivitas angkat angkut yang tidak benar adalah keluhan Muskuloskeletal.
C.      Diagnosis Penyakit pada Gangguan Otot Tulang Rangka (Gotrak)  Akibat Kerja
Diagnosis  1: Nyeri Akut berhubungan dengan agen penyebab cidera fisik (yang berasosiasi dengan pekerjaan)
Diagnosis 2: Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan tidak familiar dengan sumber informasi
(Sumber : Nanda Nic-noc Aplikasi 2015)
D.      Intervensi Keperawatan
Diagnosis  1: Nyeri Akut berhubungan dengan agen penyebab cidera fisik (yang berasosiasi dengan pekerjaan)
Kriteria Hasil :
1.    Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi, dan tanda nyeri)
2.    Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang
Intervensi :
1.    Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyaman
2.    Lakukan pengkajian nyeri : secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
3.    Ajarkan tentang teknik nonfarmakologi
4.    Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
5.    Kaji ulang asosiasi nyeri dengan pekerjaan dan atau lingkungan kerja

Diagnosis. 2 Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan tidak familiar dengan sumber informasi
Kriteria Hasil :
1.    Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentag penyakit, kondisi, prognosis, dan program pengobatan.
2.    Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat atau tim kesehatan lainya.
Intervensi :
1.    Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang proses penyakit yang spesifik.
2.    Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang tepat.
3.    Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi dimasa yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit.

E.       Tata Laksana Gangguan Otot Tulang Rangka (Gotrak)  Akibat Kerja
Diagnosis  1 : Nyeri Akut berhubungan dengan agen penyebab cidera fisik (yang berasosiasi dengan pekerjaan)
1.    Mengkaji skala nyeri dengan skor PQRST
2.    Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam
3.    Memberikan obat analgetik sesuai resep dokter
Diagnosis 2 : Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan tidak familiar dengan sumber informasi
1.    Mengkaji tingkat pengetahuan klien tentang proses penyakit yang spesifik
2.    Memberikan pendidikan kesehatan tentang kondisi dengan cara yang tepat.
3.    Memdiskusikan dengan keluarga tentang komplikasi dari kondisi yang akan datang dimasa depan.

F.       Pencegahan Gangguan Otot Tulang Rangka (Gotrak)  Akibat Kerja
1.    Menggunakan alat pengaman yang sesuai dengan pekerjaan.
2.    Melakukan teknik kerja dengan benar dan tepat
3.    Melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan.
4.    Mengatur pola makan dan istirahat yang cukup.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Definisi gangguan otot tulang rangka (Gotrak) adalah semua gangguan kesehatan dan cidera yang mengenaisistem gerak tubuh (otot, tendon, selaput tendon,ligamen, tulang rangka, sendi, tulang rawan, bursa, spinal discs, pembuluh darah dan saraf) yang disebabkan atau diperberat oleh beberapa faktor resiko pekerja dan atau lingkungan kerja. Cidera atau gangguan otot tulang rangka yang disebabkan oleh dampak langsung dari jatuh, terpukul, kecelakaan, perkelahian dan lain-lain tidak termasuk dalam gotrak.

B.     Saran
Segala sesuatu yang dilakukan tidak benar akan menyebabkan hal-hal yang tidak baik, jadi untuk menghindari hal tersebut lakukan pekerjaan sesuai dengan standar operasional yang tepat.



DAFTAR PUSTAKA
Huda nurarif, Amin. 2015Nanda NIC-NOC Aplikasi Asuhan Keperawatan. Mediaction. Yogyakarta.
Suma’mur. 2009. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Sagung Seto:Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN DALAM KEPERAWATAN

PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN DALAM KEPERAWATAN Di susun oleh : 1.       PUTRI DEWI RIZKIYAH (1216003251) PROGRA...