PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN
DALAM KEPERAWATAN
Di
susun oleh :
1. PUTRI
DEWI RIZKIYAH (1216003251)
PROGRAM
STUDI PERAWATAN
FAKULTAS
ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS
PEKALONGAN
2016/2017
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan
Kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis, di mana perubahan
tersebut bukan proses memindahkan materi
dari seseorang ke orang lain dan bukan pula seperangkat prosedur. Artinya
perubahan tersebut terjadi adanya kesadaran dari dalam individu atau masyarakat
sendiri. Pendidikan kesehatan adalah istilah yang diterapkan pada penggunaan
proses pendidikan secara terencara untuk mencapai tujuan kesehatan yang
meliputi beberapa kombinasi dan kesempatan pembelajaran (lawrence green,1972).
Pendidikan
Kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan dan memperbaiki
kesehatan mereka (WHO).
Pendidikan
secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain
baik individu, kelompok, atau pelaku pendidkan. Pendidikan kesehatan adalah
suatu penerapan konsep pendidikan di dalam bidang kesehatan. Dilihat dari segi
pendidikan, pendidikan kesehatan adalah suatu pedagogik praktis atau praktek
pendidikan, oleh sebab itu konsep pendidikan kesehatan adalah konsep pendidikan
yang diaplikasikan pada bidang kesehatan. Konsep dasar pendidikan adalah suatu
proses pertumbuhan, perkembangan,atau perubahan ke arah yang lebih dewasa,
lebih baik, dan lebih matang pada diri individu, kelompok, atau masyarakat.
(soekidjo, Notoadmodjo,2003:97).
B.
Tujuan Penulisan.
1. Agar mahasiswa dan mahasiswi mengatahui definisi promosi kesehatan.
2.
Agar mahasiswa menyebutkan tujuan dari promosi kesehatan.
3.
Menjelaskan Strategi dari Promosi Kesehatan.
BAB
2
TINJAUAN
TEORI
A. Prinsip
Promosi Kesehatan
1. Pengertian
Promosi Kesehatan.
Promosi Kesehatan merupakan upaya
untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaran
dari-oleh-untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya
sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan
kondisi social budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang
berwawasan kesehatan. Menolong diri sendiri artinya bahwa masyarakat mampu
berperilaku mencegah timbulnya masalah-masalah dan gangguan kesehatan,
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan serta mampu pula berperilaku
mengatasi apabila masalah gangguan kesehatan tersebut terlanjur terjadi di
tengah-tengah kehidupan masyarakat. Banyak masalah kesehatan yang ada di negeri
kita Indonesia, termasuk timbulnya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang erat
kaitannya dengan perilaku masyarakat itu sendiri. Sebagai contoh KLB Diare
dimana penyebab utamanya adalah rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat
seperti kesadaran akan buang air besar yang belum benar (tidak di jamban), cuci
tangan pakai sabun masih sangat terbatas, minum air yang tidak sehat, dan
lain-lain. Promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat atau
pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan saja, tetapi
juga disertai upaya-upaya menfasilitasi perubahan perilaku. Dengan demikian
promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa
perubahan (perbaikan) baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi
dan lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya, politik dan sebagainya).
Atau dengan kata lain promosi kesehatan tidak hanya mengaitkan diri pada
peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan saja, tetapi juga
meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (fisik dan non-fisik) dalam rangka
memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
2.
Tujuan promosi kesehatan
Green,1991
dalam Maulana,2009,tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
1.
Tujuan Program
Refleksi dari fase social dan
epidemiologi berupa pernyataan tentang apa yang akan dicapai dalam periode
tertentu yang berhubungan dengan status kesehatan. Tujuan program ini juga
disebut tujuan jangka panjang, contohnya mortalitas akibat kecelakaan kerja
pada pekerja menurun 50 % setelah promosi kesehatan berjalan lima tahun.
2. Tujuan Pendidikan
Pembelajaran yang harus
dicapai agar tercapai perilaku yang diinginkan. Tujuan ini merupakan tujuan
jangka menengah, contohnya : cakupan angka kunjungan
ke klinik perusahaan meningkat 75% setelah promosi kesehatan berjalan
tiga tahun.
3. Tujuan Perilaku
Gambaran perilaku yang akan
dicapai dalam mengatasi masalah kesehatan. Tujuan ini bersifat jangka pendek,
berhubungan dengan pengetahuan, sikap, tindakan, contohnya: pengetahuan pekerja
tentangtanda-tanda bahaya di tempat kerja meningkat 60% setelah promosi
kesehatan berjalan 6 bulan.
3.
Strategi promosi kesehatan
Untuk mewujudkan promosi kesehatan, diperlukan suatu strategi yang baik.
Strategi adalah cara yang digunakan untuk mencapai apa yang diinginkan dalam
promosi kesehatan sebagai penunjang program – program kesehatan yang lainnya
seperti pemberantasan penyakit menular, sanitasi lingkungan, status gizi
masyarakat, pelayanan kesehatan dan lain sebagainya. Strategi ini diperlukan
dalam mewujudkan visi dan misi dari promosi kesehatan (Mubarak dan Nurul,
2009).
Berdasarkan rumusan WHO (1994), strategi promosi kesehatan secara global
terdiri dari 3 hal yaitu :
1.
Advokasi (Advocacy)Advokasi
yaitu kegiatan memberikan bantuan kepada masyarakat dengan membuat keputusan
dan penentu kebijakan dalam bidang kesehatan maupun sektor lain di luar
kesehatan yang mempunyai pengaruh terhadap masyarakat (Mubarak dan Nurul,
2009).
Advokasi
adalah kegiatan untuk meyakinkan orang lain agar membantu atau mendukung
terhadap apa yang diinginkan. Dalam konteks promosi kesehatan, advokasi adalah
pendekatan kepada para pembuat keputusan atau penentu kebijakan di berbagai
sektor dan tingkat sehingga para pejabat tersebut mau mendukung program
kesehatan yang kita inginkan.
Dukungan dari para pejabat pembuat keputusan dapat berupa kebijakan –
kebijakan yang dikeluarkan dalm bentuk undang – undang, peraturan pemerintah,
surat keputusan, surat instruksi dan sebagainya. Kegiatan advokasi ini ada bermacam – macam bentuk, baik secara formal atau
informal. Secara formal misalnya, penyajian atau presentasi dan seminar tentang
issu atau usulan program yang ingin diharapkan dukungan dari pejabat
terkait.
Kegiatan advokasi secara informal, misalnya mengunjungi pejabat yang
relevan dengan program yang diusulkan, untuk secara informal minta dukungan,
baik dalam bentuk kebijakan, dana atau fasilitas lain. Dari uraian di atas,
dapat disimpulkan bahwa advokasi adalah para pejabat baik eksekutif dan
legislatif diberbagai tingkat dan sektor yang terkait dengan masalah kesehatan
(Soekidjo Notoatmodjo, 2010).
2.
Dukungan Sosial (Social Support)
Promosi kesehatan akan mudah
dilakukan jika mendapat dukungan dari berbagai elemen yang ada di masyarakat.
Dukungan dari masyarakat antara lain berasal dari unsur informal (tokoh agama
dan tokoh adat) yang mempunyai pengaruh di masyarakat serta unsur formal
seperti petugas kesehatan dan pejabat pemerintah (Mubarak dan Nurul, 2009).
Tujuan utamanya agar para
tokoh masyarakat sebagai jembatan antara sektor kesehatan sebagai pelaksana
program kesehatan dengan masarakat (penerima program) kesehatan. Dengan
kegiatan mencari dukungan sosial melalui tokoh masyarakat pada dasarnya adalah
mensosialisasikan program – program kesehatan agar masyarakat menerima dan mau
berpartisipasi terhadap program tersebut. Oleh sebab itu, strategi ini juga
dapat dikatakan sebagai upaya membina suasana yang kondusif terhadap kesehatan.
Bentuk kegiatan dukungan sosial ini anatara lian : pelatihan – pelatihan tokoh
masyarakat, seminar, lokakarya, bimbingan kepada tokoh masyarakat dan
sebagainya. Dengan demikian sasaran utama dukungan sosial atau bina suasana
adalah para tokoh masyarakat di berbagai tingkat (Soekidjo Notoatmodjo, 2010).
BAB 3
PEMBAHASAN
A.
Menganalisa Peran Perawat dalam Pendidikan dan Promosi
Kesehatan.
Peran
pemberi pelayanan kesehatan komunitas, terutama perawat perlu dioptimalkan
dalam memberikan promosi kesehatan. Caranya adalah dengan memanfaatkan/
mengaktifkan kembali peran-peran Puskesmas sebagai pusat pelayanan masyarakat
untuk mencapai visi pembangunan kesehatan Indonesia tahun 2025, yaitu penduduk
Indonesia hidup dalam lingkungan dan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata dan memiliki
derajat kesehatan yang tinggi (Depkes, 2007). Meskipun saat ini Puskesmas
kurang berhasil menumbuhkan inisiatif masyarakat dalam pemecahan masalah dan
belum mampu mendorong kontribusi masyarakat dalam upaya kesehatan (Depkes,
2007), optimalisasi peran perawat komunitas melalui Puskesmas sebagai wadah
strategis untuk membentuk ‘paradigma sehat’ masyarakat merupakan salah satu
solusi terbaik karena langsung turun menyentuh masyarakat. Mengembalikan peran
Puskesmas yang tidak hanya sebagai wadah upaya kuratif, tetapi juga sebagai
pusat pemberdayaan dan komunikasi masyarakat terutama terkait kesehatan perlu
dilakukan. Selain itu, Panduan Integrasi Promosi Kesehatan (PIPK) yang disusun
oleh Departemen Kesehatan juga perlu dijadikan pedoman dalam melakukan promosi
kesehatan
BAB 4
KESIMPULAN
A.
KESIMPULAN
Untuk
mewujudkan atau mencapai tujuan promosi kesehatan , maka diperlukan cara dan pendekatan yang strategis
yaitu strategi promosi kesehatan. Peran
pemberi pelayanan kesehatan komunitas, terutama perawat perlu dioptimalkan
dalam memberikan promosi kesehatan. Caranya adalah dengan memanfaatkan/
mengaktifkan kembali peran-peran Puskesmas sebagai pusat pelayanan masyarakat
untuk mencapai visi pembangunan kesehatan Indonesia tahun 2025.
B. SARAN
Diharapkan dengan adanya makalah ini pembaca khususnya
kita sebagai perawat dapat memahami tentang strategi promosi kesehatan dalam
rangka memajukan kesehatan masyarakat serta meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat , dan dengan promosi kesehatan yaitu melalui penyuluhan kesehatan
atau pendidikan kesehatan kita sebagai perawat dapat mencegah berbagai
penyakit.
DAFTAR
PUSTAKA
Notoatmodjo, Soekidjo.(2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo.(
2003 ). Pendidikan dan Prilaku
Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Maulana, Herry.( 2007
). Promosi Kesehatan. Jakarta :
EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar