Pengikut

Kamis, 15 Maret 2018

PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN DALAM KEPERAWATAN



PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN DALAM KEPERAWATAN



Di susun oleh :
1.      PUTRI DEWI RIZKIYAH (1216003251)



PROGRAM STUDI PERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEKALONGAN
2016/2017



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan Kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis, di mana perubahan tersebut bukan proses memindahkan  materi dari seseorang ke orang lain dan bukan pula seperangkat prosedur. Artinya perubahan tersebut terjadi adanya kesadaran dari dalam individu atau masyarakat sendiri. Pendidikan kesehatan adalah istilah yang diterapkan pada penggunaan proses pendidikan secara terencara untuk mencapai tujuan kesehatan yang meliputi beberapa kombinasi dan kesempatan pembelajaran (lawrence green,1972).
Pendidikan Kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan dan memperbaiki kesehatan mereka (WHO).
Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau pelaku pendidkan. Pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan konsep pendidikan di dalam bidang kesehatan. Dilihat dari segi pendidikan, pendidikan kesehatan adalah suatu pedagogik praktis atau praktek pendidikan, oleh sebab itu konsep pendidikan kesehatan adalah konsep pendidikan yang diaplikasikan pada bidang kesehatan. Konsep dasar pendidikan adalah suatu proses pertumbuhan, perkembangan,atau perubahan ke arah yang lebih dewasa, lebih baik, dan lebih matang pada diri individu, kelompok, atau masyarakat. (soekidjo, Notoadmodjo,2003:97).


B.     Tujuan Penulisan.
1.        Agar mahasiswa dan mahasiswi  mengatahui definisi promosi kesehatan.
2.      Agar mahasiswa menyebutkan tujuan dari promosi kesehatan.
3.      Menjelaskan Strategi dari Promosi Kesehatan.




BAB 2
TINJAUAN TEORI

A.    Prinsip Promosi Kesehatan
1.      Pengertian Promosi Kesehatan.
Promosi Kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaran dari-oleh-untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan kondisi social budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Menolong diri sendiri artinya bahwa masyarakat mampu berperilaku mencegah timbulnya masalah-masalah dan gangguan kesehatan, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan serta mampu pula berperilaku mengatasi apabila masalah gangguan kesehatan tersebut terlanjur terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Banyak masalah kesehatan yang ada di negeri kita Indonesia, termasuk timbulnya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang erat kaitannya dengan perilaku masyarakat itu sendiri. Sebagai contoh KLB Diare dimana penyebab utamanya adalah rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat seperti kesadaran akan buang air besar yang belum benar (tidak di jamban), cuci tangan pakai sabun masih sangat terbatas, minum air yang tidak sehat, dan lain-lain. Promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan saja, tetapi juga disertai upaya-upaya menfasilitasi perubahan perilaku. Dengan demikian promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan) baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya, politik dan sebagainya). Atau dengan kata lain promosi kesehatan tidak hanya mengaitkan diri pada peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan saja, tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (fisik dan non-fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

2.      Tujuan promosi kesehatan
Green,1991 dalam Maulana,2009,tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
1.      Tujuan Program
Refleksi dari fase social dan epidemiologi berupa pernyataan tentang apa yang akan dicapai dalam periode tertentu yang berhubungan dengan status kesehatan. Tujuan program ini juga disebut tujuan jangka panjang, contohnya mortalitas akibat kecelakaan kerja pada pekerja menurun 50 % setelah promosi kesehatan berjalan lima tahun.
2.      Tujuan Pendidikan
Pembelajaran yang harus dicapai agar tercapai perilaku yang diinginkan. Tujuan ini merupakan tujuan jangka menengah, contohnya : cakupan angka kunjungan ke klinik perusahaan meningkat 75% setelah promosi kesehatan berjalan tiga tahun.
3.      Tujuan Perilaku
Gambaran perilaku yang akan dicapai dalam mengatasi masalah kesehatan. Tujuan ini bersifat jangka pendek, berhubungan dengan pengetahuan, sikap, tindakan, contohnya: pengetahuan pekerja tentangtanda-tanda bahaya di tempat kerja meningkat 60% setelah promosi kesehatan berjalan 6 bulan.


3.      Strategi promosi kesehatan
Untuk mewujudkan promosi kesehatan, diperlukan suatu strategi yang baik. Strategi adalah cara yang digunakan untuk mencapai apa yang diinginkan dalam promosi kesehatan sebagai penunjang program – program kesehatan yang lainnya seperti pemberantasan penyakit menular, sanitasi lingkungan, status gizi masyarakat, pelayanan kesehatan dan lain sebagainya. Strategi ini diperlukan dalam mewujudkan visi dan misi dari promosi kesehatan (Mubarak dan Nurul, 2009).
Berdasarkan rumusan WHO (1994), strategi promosi kesehatan secara global terdiri dari 3 hal yaitu :
1.                Advokasi (Advocacy)Advokasi yaitu kegiatan memberikan bantuan kepada masyarakat dengan membuat keputusan dan penentu kebijakan dalam bidang kesehatan maupun sektor lain di luar kesehatan yang mempunyai pengaruh terhadap masyarakat (Mubarak dan Nurul, 2009).
 Advokasi adalah kegiatan untuk meyakinkan orang lain agar membantu atau mendukung terhadap apa yang diinginkan. Dalam konteks promosi kesehatan, advokasi adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan atau penentu kebijakan di berbagai sektor dan tingkat sehingga para pejabat tersebut mau mendukung program kesehatan yang kita inginkan.
Dukungan dari para pejabat pembuat keputusan dapat berupa kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan dalm bentuk undang – undang, peraturan pemerintah, surat keputusan, surat instruksi dan sebagainya. Kegiatan advokasi ini ada bermacam – macam bentuk, baik secara formal atau informal. Secara formal misalnya, penyajian atau presentasi dan seminar tentang issu atau usulan program yang ingin diharapkan dukungan dari pejabat terkait.
Kegiatan advokasi secara informal, misalnya mengunjungi pejabat yang relevan dengan program yang diusulkan, untuk secara informal minta dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, dana atau fasilitas lain. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa advokasi adalah para pejabat baik eksekutif dan legislatif diberbagai tingkat dan sektor yang terkait dengan masalah kesehatan (Soekidjo Notoatmodjo, 2010).
2.      Dukungan Sosial (Social Support)
Promosi kesehatan akan mudah dilakukan jika mendapat dukungan dari berbagai elemen yang ada di masyarakat. Dukungan dari masyarakat antara lain berasal dari unsur informal (tokoh agama dan tokoh adat) yang mempunyai pengaruh di masyarakat serta unsur formal seperti petugas kesehatan dan pejabat pemerintah (Mubarak dan Nurul, 2009).
Tujuan utamanya agar para tokoh masyarakat sebagai jembatan antara sektor kesehatan sebagai pelaksana program kesehatan dengan masarakat (penerima program) kesehatan. Dengan kegiatan mencari dukungan sosial melalui tokoh masyarakat pada dasarnya adalah mensosialisasikan program – program kesehatan agar masyarakat menerima dan mau berpartisipasi terhadap program tersebut. Oleh sebab itu, strategi ini juga dapat dikatakan sebagai upaya membina suasana yang kondusif terhadap kesehatan. Bentuk kegiatan dukungan sosial ini anatara lian : pelatihan – pelatihan tokoh masyarakat, seminar, lokakarya, bimbingan kepada tokoh masyarakat dan sebagainya. Dengan demikian sasaran utama dukungan sosial atau bina suasana adalah para tokoh masyarakat di berbagai tingkat (Soekidjo Notoatmodjo, 2010).


BAB 3
PEMBAHASAN

A.    Menganalisa Peran Perawat dalam Pendidikan dan Promosi Kesehatan.
Peran pemberi pelayanan kesehatan komunitas, terutama perawat perlu dioptimalkan dalam memberikan promosi kesehatan. Caranya adalah dengan memanfaatkan/ mengaktifkan kembali peran-peran Puskesmas sebagai pusat pelayanan masyarakat untuk mencapai visi pembangunan kesehatan Indonesia tahun 2025, yaitu penduduk Indonesia hidup dalam lingkungan dan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata dan memiliki derajat kesehatan yang tinggi (Depkes, 2007). Meskipun saat ini Puskesmas kurang berhasil menumbuhkan inisiatif masyarakat dalam pemecahan masalah dan belum mampu mendorong kontribusi masyarakat dalam upaya kesehatan (Depkes, 2007), optimalisasi peran perawat komunitas melalui Puskesmas sebagai wadah strategis untuk membentuk ‘paradigma sehat’ masyarakat merupakan salah satu solusi terbaik karena langsung turun menyentuh masyarakat. Mengembalikan peran Puskesmas yang tidak hanya sebagai wadah upaya kuratif, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan dan komunikasi masyarakat terutama terkait kesehatan perlu dilakukan. Selain itu, Panduan Integrasi Promosi Kesehatan (PIPK) yang disusun oleh Departemen Kesehatan juga perlu dijadikan pedoman dalam melakukan promosi kesehatan

BAB 4

KESIMPULAN

A.    KESIMPULAN
Untuk mewujudkan atau mencapai tujuan promosi kesehatan , maka diperlukan cara dan pendekatan yang strategis yaitu strategi promosi kesehatan. Peran pemberi pelayanan kesehatan komunitas, terutama perawat perlu dioptimalkan dalam memberikan promosi kesehatan. Caranya adalah dengan memanfaatkan/ mengaktifkan kembali peran-peran Puskesmas sebagai pusat pelayanan masyarakat untuk mencapai visi pembangunan kesehatan Indonesia tahun 2025.

B.     SARAN
Diharapkan dengan adanya makalah ini pembaca khususnya kita sebagai perawat dapat memahami tentang strategi promosi kesehatan dalam rangka memajukan kesehatan masyarakat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat , dan dengan promosi kesehatan yaitu melalui penyuluhan kesehatan atau pendidikan kesehatan kita sebagai perawat dapat mencegah berbagai penyakit.


DAFTAR PUSTAKA
Notoatmodjo, Soekidjo.(2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo.( 2003 ). Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Maulana, Herry.( 2007 ). Promosi Kesehatan. Jakarta : EGC






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN DALAM KEPERAWATAN

PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN DALAM KEPERAWATAN Di susun oleh : 1.       PUTRI DEWI RIZKIYAH (1216003251) PROGRA...